Selamat Datang | | | Versi Mobile


Breaking
    Loading ...

Minggu, 10 Februari 2013

Persis LPIS – Wiwid siapkan dua formasi

By
Updated : Minggu, 10 Februari 2013 21.36.00


Pelatih anyar Persis Solo versi LPIS, Widyantoro siap membawa tim Laskar Sambernyawa meraih kejayaan yang pernah diraih seperti saat masa Galatama dulu. Selain memilih pemain berkualitas, strategi permainan sudah disiapkan mantan pelatih PSS Sleman tersebut.

Menakhodai tim asal Kota Bengawan, Wiwid memiliki dua formasi saat laga kandang dan tandang. Untuk laga kandang, skema yang diusung berformat 4-4-2, sedangkan laga tandang memakai 4-2-31. “Untuk pola pemainan yang saya anut yakni pola permainan menyerang ala total football. Formasi yang biasa saya gunakan adalah 4-4-2 maupun transformasinya 4-2-3-1 ketika kami bermain away,” katanya, Sabtu (9/2/2013).

Menurut dia, dengan model 2 skema itu, dalam skuad dibutuhkan pemain yang energik. Sehingga tidak heran, dalam komposisi pemain, Wiwid lebih memprioritaskan pemain muda. “Untuk prosentase pemain muda dan senior, saya akan mengisi komposisi tim dengan lebih banyak pemain muda,” ungkap Wiwid, sapaan akrabnya.

Namun, pelatih berlisensi A nasional ini tetap memberikan tempat kepada pemain senior. Setidaknya ada tiga pemain senior yang diberi kepercayaan untuk memompa semangat di lapangan. “Di dalam starting eleven nanti, saya juga akan memasang tiga pemain senior,” imbuhnya.

Pelatih asal Magelang ini optimistis, jika komposisi pemain dan skema yang diterapkan berjalan baik di lapangan, maka bukan tidak mungkin tim Laskar Sambernyawa bisa promosi ke kasta tertinggi, Indonesia Primier League (IPL) musim depan. Dia berharap mendapat dukungan penuh dari managamen maupun suporter setia Persis, Pasoepati. Meski materi

bagus, namun kurang mendapat dukungan dari elemen lain, sulit bisa mewujudkan ambisi promosi ke IPL.

“Saya berharap dengan dukungan dari manajemen, kerja keras pemain dan tentunya dukungan suporter Pasoepati, Persis Solo dapat mewujudkan targetnya musim ini. Persis harus berprestasi maksimal, yakni promosi ke kasta tertinggi,” ujarnya penuh semangat.

Wiwid mengakui bisa membawa Persis ke kancah tertinggi, merupakan ambisi pribadinya. Pasalnya, Wiwid dengan Kota Solo khususnya sepakbola Solo mempunyai ikatan emosional yang kuat. “Dulu saat masih sebagai pemain profesional, Arseto Solo adalah tim pertama yang bela, sekitar tahun 1990-1991. Saya juga pernah menjadi pemain Persis di tahun 2003-2004,” ujarnya.

Adanya latar belakang ikatan emosional inilah yang membuatnya memilih mengarseteki Persis Solo. Padahal memilih Persis, Wiwid sangat diinginkan tim lain seperti tim yang dibesutnya musim lalu, PSS Sleman atau tim promosi Divisi Utama LPIS Persibangga Purbalingga maupun tim asal kota kelahirannya, PPSM Magelang.

Berita Terkait

Comment